Jumat, 03 Juni 2011

BELAJAR DARI POLA PIKIR ORANG MISKIN, AGAR TIDAK MISKIN (maaf, kaya itu relatif)

Orang miskin yang saya maksud disini, orang yang tidak mempunyai tempat tinggal, orang yang tidak mempunyai pekerjaan, orang yang malas menjadi kaya, dan tidak lagi mempunyai harapan, bagi orang yang BELUM mempunyai tempat tinggal, namun masih menyimpan harapan dan keinginan menjadi sukses, adalah termasuk orang-orang kaya...

Suatu hari, saya kongkow2 disebuah bengkel pencucian mobil & motor, kakak ipar saya membisikkan kepada saya "mas, si mardi itu dulu yang punya tanah ini, ia dulu tanahnya banyak dan luas", saya langsung menatap wajah si mardi, dengan penuh heran saya bertanya-tanya dalam hati "mengapa ia kini hidup kelontang-kelantung (pengangguran), bahkan numpang disebuah kamar di bengkel kami, bersama isterinya..."

Semenjak itu gerak-gerik, isi pembicaraan dan sikap si mardi selalu saya perhatikan dan saya mencoba menganalisanya.

Dalam teori menuju sukses para pakar telah mencontohkan bagaimana cara berpikir dan bagaimana cara meraih kesuksesan tersebut (termasuk mengurai tentang : bersyukur, affirmasi, visualisasi, menghadirkan believe, berketetapan hati, fokus, menempatkan permohonan dalam alam bawah sadar, bahkan menandai saat-saat hadirnya frekwensi alam bawah sadar dll), para pakar tersebut mempelajari cara berpikir orang-orang hebat pada jamannya seperti Thomas Alfa Edison, Andrew Carnegie, marconi, morse & wright Bersaudara dll

Saya berusaha berbicara banyak kepada si mardi, ketika saya ungkapkan bahwa semua orang berhak sukses dan semua orang berhak meraih kebahagiaan (tema obrolan saat itu), mata si mardi selalu goyang kanan dan goyang kiri, ia tidak mau menerima saran-saran sukses,...ia memotong pembicaraan, bahwa miskin dan kaya itu sudah ditakdirkan, ketika saya sampaikan ayat Surat Ar-Ra'd ayat 11, ia pun tetap mempercayai, bahwa dirinya diciptakan miskin,...dari pembicaraan mardi sehari-hari, 90%nya adalah pembicaraan yang tidak ada gunanya,..ia mengajarkan bocah-bocah (remaja) disekelilingnya mengenai kekerasan, ia menceritakan bahwa ia mendapat jatah dari tempat-tempat parkir disekitar kampungnya,...Ternyata si mardi sudah menikah tiga kali, konon isterinya diambil dari rumah bordil, ia hanya puas bekerja menjadi pesuruh orang-orang kaya, dan ia bangga menjadi pesuruh orang-orang kaya,....

Ia malas berpikir, maunya gampang dan seenak udelnya sendiri,.....konon tanah warisan orang tuanya seluas kurang lebih 3.000 M telah habis terjual untuk bermain judi dan habis untuk mendatangi rumah-rumah bordil,....

KESIMPULAN CARA BERPIKIR & BERSIKAP SI MARDI :: cara bicara si mardi tidak ada tekanan-tekanan mana yang penting dan mana yang tidak penting,...cara mengeluarkan suaranya datar (seperti orang bangun tidur), ia selalu berpikir bahwa sukses adalah milik orang-orang yang berpendidikan tinggi, ia tidak pernah berpikir kedepan, namun selalu berpikir sesaat (main judi, cari uang hari ini, untuk makan hari ini), ia hampir tidak pernah bersyukur (mengeluh terus menerus), ia selalu menaruh rasa iri terhadap tetangganya (se-level) yang mendapatkan keberuntungan, ia tidak disiplin diri, ia juga mampu menelantarkan anak dan isterinya yang pertama dan yang kedua, ia suka mengkhayal menemukan uang dijalan raya, yang utamanya : ia malas berpikir.

Setelah berminggu-minggu saya berusaha memberikan nasehat sukses, tapi terkendala oleh mental blocknya, maka saya hanya bisa menarik pelajaran, agar saya dan lingkungan saya, terutama anak-anak dan isteri saya agar tidak berpikir dan bersikap seperti mardi tersebut.

akhirnya hanya bisa berpesan kepada teman-teman yang kebetulan membaca notes ini ::

MENGKHAYAL dengan AFFIRMASI itu jelas berbeda, hindari mengkhayal, seolah-olah sudah beraffirmasi.

AFFIRMASI :: kata Napoleon Hill "ketika anda menyatakan objek yang anda inginkan melalui do'a, ilhamilah imajinasi anda untuk melihat diri anda telah meraih objek itu, dan bertindaklah persis seperti jika anda telah memilikinya secara fisik. (ingatlah, kepemilikan segala sesuatu pertama-tama terjadi secara mental, dalam pikiran). JADI, Affirmasi : cukup dengan ketetapan hati memohon apa yang diinginkan dan berpikir (melalui do'a) seperti yang diungkapkan Napoleon Hill tersebut.


MENGKHAYAL :: pada awalnya berkeinginan untuk melakukan affirmasi, namun berkembang menjadi pikiran panjang, hingga akhirnya "kondisi pikiran yang negatif (ketidak percayaan diri) akan merusak kemampuan untuk meraih KEYAKINAN (Believe) dan hasilnya adalah klimaks negatif atas pengungkapan apa pun yang ingin anda ekspresikan, ketika kondisi affirmasi "seolah-olah" yang penuh syukur itu muncul dalam pikiran, maka sebaiknya langsung kepada "the end of the goal",..sebab jika dikembangkan, maka perusuh hati (critical area, negatif thinking, ketidak percayaan) akan muncul menghapus segala ketetapan hati.


"Apa yang kamu jalani hari ini, adalah hasil pemikiran masa lalu, pikiranmu saat ini menentukan masa depanmu"

BERPIKIR SUKSES, AKAN MENJADI SUKSES, BERPIKIR BESAR, AKAN MENJADI BESAR



Good Luck & GBU




Galaxi, 10 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar